Master
Management Series

Trading Berdasarkan Trend : “Mengikuti
atau Melawan?” dengan Wave Analysis dan
Aplikasi nya Sebagai Trade Setup EUR/USD
Tiga
Elemen Trading yang Sukses
1.Price
Forecasting
2.Timing
3.Account
Management
Trend is Your Friend, Like A
Diamond
Ada
frasa yang seringkali anda baca “trend adalah teman anda”. Frasa tersebut tak
lekang oleh waktu seperti berlian, telah teruji, dan sangat penting sebagai basis dari trading
plan anda. Kemampuan membaca trend adalah penting baik untuk traders senior maupun traders baru. Traders tahu ketika mereka
menemukan satu arah trend yang kuat dan melakukan trade berdasarkan arah trend
tersebut, akan membuat trading menjadi mudah dan menyenangkan.
Oleh
karena itu, sebagai traders kita harus berupaya mencari tahu manakah trend yang lebih kuat untuk
mengambil kesempatan (berulang-ulang) dari trend tersebut. Bila kita sebagai
traders tahu bahwa price bergerak dalam trend yang lebih
kuat, suatu sistem atau strategi atau indikator menjadi tidak penting karena kita memiliki pemikiran
sederhana. Ketika seorang trader
melakukan trade berdasarkan arah trend, penetapan take profit menjadi lebih
akurat dan
loss menjadi minimal. Ini tidak berarti
bahwa open trade akan langsung profit, namun berarti bahwa trader tersebut akan
lebih fleksibel dalam melakukan entry dan exit berdasarkan arahan trend.
Sebagai
contoh, Mas Anas tahu bahwa gerakan price EUR/USD adalah downtrend, maka ketika
terjadi rebound/rally, yang Mas Anas lakukan adalah sell on rallies. Bahkan ketika ia melakukan entry
dan ternyata price masih bergerak melawan entry, ia tidak galau karena yakin
bahwa price akan bergerak ke arah target profit yang ia tetapkan.
Ada kecenderungan bahwa perolehan pips akan lebih banyak bila kita
trading berdasarkan trend daripada
counter trend. Kita akan
melihat melalui chart sebagai berikut.

Kita dapat melihat bahwa dengan mengikuti
trend, perolehan pips yang akan diterima lebih banyak daripada melawan trend.
Bagaimana Cara Mengindentifikasi Trend?
Pada dasarnya, cara yang paling sederhana untuk mengidentifikasi
trend adalah dengan melakukan pemetaan trendline dan pemetaan floor serta
ceiling. Kuasai dengan baik! Ada
pula cara lain untuk melakukan identifikasi trend dengan menggunakan wave
principle yang merupakan fungsi turunan dari fibonacci retracement.
Wave principle adalah salah satu metode dari teknikal analisis
yang digunakan untuk mengamati siklus price action dan memprediksi kemana gerakan berikutnya dengan
mengidentifikasi extreme dari psikologi investor, high dan low dalam harga dan
beberapa faktor kolektif lainnya. Principle ini ditemukan oleh Ralph Nelson
Elliott (1871-1948), seorang akuntan profesional. Ia mengajukan gagasan bahwa
price bergerak dalam pola tertentu yang disebut sekarang sebagai elliott wave
atau wave. Elliott menuliskan gagasan nya dalam sebuah buku “The Wave
Principle” pada tahun 1938.
apa yang disangka baru, telah lama ada
Wave principle menyatakan bahwa price bergerak dalam siklus
optimisme dan pesimisme investor secara natural. Siklus ini menciptakan pola
dimana price action dari suatu market dapat dipetakan. Secara teknikal, price bergerak di antara kedua fase :
impulsive dan korektif. Pada fase impulsive, price selalu bergerak berdasarkan
trend, dan pada fase korektif, price bergerak melawan trend.

Kita dapat melihat bahwa
wave prinsip gelombang ini merupakan turunan dari fibonacci retracement. Tugas
buat anda untuk membuktikan bahwa wave ini menghormati level-level fibonacci.
Bila kecenderungan dari price action adalah berada dalam uptrend,
maka kita bisa melihat pembentukan higher high dan higher low pada chart. Bila
kecenderungan dari price action adalah berada dalam downtrend, maka kita bisa
melihat pembentukan lower high dan lower low pada chart.

Pada akhirnya, semua trend akan berakhir. Uptrend akan berubah
menjadi downtrend ketika higher high dan higher low dilanggar. Sebaliknya,
downtrend akan berubah menjadi uptrend ketika lower high dan lower low dilanggar.

Adalah penting untuk diketahui bahwa tidak ada aturan khusus untuk
mengidentifikasi high dan low sebagai analisis trend. Penggunaan high dan low
ini dimaksudkan agar kita dapat dengan jelas melihat trend apa yang lebih kuat
untuk kita tradingkan. Berupaya
menemukan pair yang memiliki kejelasan trend merupakan suatu hal yang mudah.
Bila kita tidak yakin akan arah trend dari suatu pair, pindahlah ke pair yang. Jangan terpaku pada satu pair.
Contoh Trade Setup berdasarkan wave analysis :

Sell EUR/USD rallies melawan 1.2330 take profit 1.2155

Kesimpulan :
Jauh le bih rendah risk dan
lebih besar manfaat trading berdasarkan trend daripada
counter tre nd. Filter trade setup anda berdasarkan arahan trend. Entry
berdasarkan arah trend dan exit bila melawan arah trend.
Mengikuti atau Melawan? ;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar